Kamu pasti sering mendengar tabungan dan dana darurat. Sebagian orang menganggap kedua hal tersebut adalah sama. Kedua hal ini memang memiliki kesamaan, yakni dapat dianggap sebagai dana cadangan. Namun di luar kesamaan tersebut, terdapat beberapa perbedaan antara tabungan dan dana darurat.

Lalu pertanyaan lainnya apakah bisa menggunakan kredit online untuk dana darurat? Hal ini bisa saja terjadi jika kamu tidak memiliki keduanya, baik tabungan maupun dana darurat.

Untuk lebih jelasnya, simak dan pahami perbedaan tabungan dan dana darurat berikut ini:

1.    Fungsi Tabungan dan Dana Darurat

Tabungan biasanya memiliki tujuan penggunaan dan waktu yang jelas. Misalnya: membeli rumah dalam waktu 5 tahun. Karenanya, fungsi tabungan adalah untuk mencapai target yang telah jelas besar kebutuhan dan waktunya.

Sedangkan dana darurat, walau dapat dikatakan sebagai dana cadangan, memiliki fungsi yang lebih besar. Dana darurat digunakan untuk menanggung biaya hidup saat terjadi kejadian yang tidak diinginkan, seperti kepala keluarga diberhentikan dari pekerjaannya (PHK) atau penghasilan menurun drastis seperti saat pandemi sekarang ini.

Perbedaan fungsi ini membuat tabungan tidak bisa dipertukarkan dengan dana darurat. Untuk membeli mobil, misalnya, kamu harus menggunakan dana tabungan, bukan dana darurat.

2.    Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Target

Besar dana tabungan dipengaruhi oleh target yang ditetapkan. Dana yang dibutuhkan untuk membeli mobil secara tunai akan berbeda dengan dana yang dibutuhkan untuk membeli rumah, walau sama-sama direncanakan untuk menabung selama 5 tahun. Besar nominal yang menjadi target tabungan akan menentukan besar dana yang harus ditabung setiap bulannya.

Sedangkan besar dana darurat dipengaruhi oleh keadaan diri, dan pengeluaran rutin. Dana darurat untuk yang belum menikah biasanya berkisar 3-6 kali pengeluaran rutin. Untuk keluarga yang tidak memiliki anak sebesar 9 kali pengeluaran rutin, dan 12 kali pengeluaran rutin untuk keluarga yang memiliki anak.

Nah disinilah kredit online bisa dimanfaatkan saat kamu belum punya tabungan maupun dana darurat. Tapi, jangan sesekali menggunakan kredit online untuk investasi. Alih-alih untung malah bisa jadi buntung.

Lain halnya dengan kondisi darurat yang menyangkut dengan jiwa atau kondisi mendesak yang harus segera diselesaikan. Misalnya seperti dana pendidikan, dana membeli obat, hingga dana perbaikan rumah yang bocor.

Meski dibolehkan tetapi harus ada kontrol dalam pengajuannya. Idealnya pengajuan tidak lebih dari sepertiga penghasilan. Jika gaji kamu Rp5 juta per bulan, maka dana yang boleh dipinjam tak lebih dari Rp1,6 jutaan. 

Jangan juga sembarang memilih perusahaan kredit online tak terdaftar di OJK. Rekomendasinya jelas yang sudah punya izin dari OJK seperti Kredivo. Bunga rendah 2,6% dengan penawaran limit sampai dengan Rp30 juta bagi member premium. Semua proses bisa dilakukan secara online mulai dari pendaftaran, pengajuan, hingga persetujuan dari Kredivo lewat aplikasinya. Download saja di Google Play Store ataupun App Store. 

3.    Alokasi Dana

Walau sama-sama merupakan dana cadangan, alokasi dana untuk membentuk tabungan berbeda dengan alokasi dana untuk dana darurat. Untuk tabungan, kamu dapat  mengalokasikan mulai dari 10% dari penghasilan untuk mencapai target tabungan. Sedangkan untuk dana darurat, semua dana yang dapat disisihkan sebaiknya masuk dalam dana darurat hingga tercapai target yang diharapkan.

4.    Instrumen Penyimpanan

Tabungan terkadang memiliki target tertentu, seperti untuk membeli rumah atau mobil. Namun terkadang, tabungan berfungsi sebagai dana cadangan rutin untuk keperluan rumah tangga. Jika tabungan berfungsi sebagai dana cadangan rutin yang harus siap sewaktu-waktu, maka dana tabungan harus disimpan pada instrumen penyimpanan yang dapat ditarik sewaktu-waktu, misal rekening  transaksional atau giro.

Hal ini sangat berbeda dengan dana darurat. Dana darurat adalah dana cadangan yang waktu penggunaannya tidak dapat diketahui secara pasti, namun harus disiapkan sedini mungkin. Karena waktu penggunaannya dapat diasumsikan tidak terjadi dalam waktu dekat, dana darurat dapat ditempatkan pada instrumen penyimpanan jangka panjang yang minim risiko seperti deposito atau pasar uang.

5.    Durasi Penyimpanan

Tabungan biasanya memiliki target dan jangka waktu yang spesifik untuk penggunaannya. Misalnya membeli rumah seharga 600 juta dalam 5 tahun. Berarti selama 5 tahun ke depan, kamu akan menyisihkan 10 juta tiap bulannya untuk kemudian digunakan membeli rumah di akhir tahun ke 5.

Dana darurat, sebaliknya, tidak memiliki waktu yang tentu untuk penggunaannya. Hal ini karena fungsinya untuk menjaga keberlangsungan hidup ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya, dana darurat harus selalu tersedia.

Selain perbedaan di atas, faktor prioritas juga menjadi perbedaan dari tabungan dan dana darurat. Tercapainya target dana darurat hendaknya didahulukan dari menabung untuk membeli barang-barang konsumtif seperti mobil, dan sejenisnya. Setelah besaran dana darurat yang diharapkan tercapai, barulah kamu dapat mulai menabung untuk membeli barang-barang yang kamu inginkan atau melakukan perjalanan wisata (traveling).

Demikian perbedaan tabungan dan dana darurat. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dalam mencapai target yang kamu inginkan dan menjaga keuangan keluargamu tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *